Apa salahku kenapa kamu begitu tega menyakiti dan mengkhianati aku. Aku tidak pernah menyakitimu, aku tidak pernah mencoba sekalipun untuk berkhianat padamu. Tetapi mengapa kamu melakukan ini semua padaku. Selama ini aku selalu menjaga perasaanmu, tetapi apa yang kamu lakukan untukku.

Kamu menyakitiku, kamu tidak memikirkan perasaanku dan kamu selalu mengkhianatiku. Untuk kamu yang mengkhianti dan menyakitiku, bukan aku tidak berusaha untuk ikhlas tetapi rasa sakit yang kamu berikan masih terus saja membekas.

Bukan Aku Tidak Berusaha Melupakan Rasa Sakitku, Tetapi Rasanya Terlalu Sulit

Aku juga tidak menginginkan, aku mengingat rasa sakit ini. Tapi rasanya masih begitu nyata, bagaimana rasanya kamu menyakiti dan mengianatiku.

Bukan aku tidak mencoba untuk lupa dan ikhlas tapi rasa sakitnya terlalu setia. Kenapa harus aku yang kamu sakiti seperti ini. Kenapa harus aku, kenapa begitu tega dan tidak pernah memikirkan perasaanku.

Rasa Sakit Yang Kamu Berikan Terlalu Dalam, Sehingga Aku Tidak Mampu Menghapusnya

Mungkin karena rasa sakit yang kamu berikan terlalu dalam padaku. Makanya aku gak bisa menghapus rasa sakit yang kamu berikan. Aku sudah berusaha agar aku tidak ingat dan tidak sakit.

Tetapi aku tidak bisa, ketika mengingatmu, aku selalu merasa sakit. Aku berdoa semoga kamu lebih sakit dari pada yang aku rasakan. Semoga kamu dipermainkan dan mendapatkan balasan yang lebih. Aku sangat berharap kamu merasakannya.

Entahlah Rasanya Begitu Sakit Meski Aku Selalu Berusaha Ikhlas

Karena rasa sakit bukanlah sebuah lelucon yang bisa kamu permainkan seenaknya saja. Aku ingin ikhlas, aku ingin membuang rasa sakitku, tetapi aku selalu gagal. Rasa sakit itu selalu ada disetiap aku mengingatnya, sakit rasanya harus dikhianati seperti ini oleh orang yang sangat dicintai dengan tulus. Rasanya tidak bisa membuang rasa sakit ini, terlalu sakit dan sangat sakit.

Hingga Saat Ini Pun Rasa Sakitnya Masih Saja Terus Membekas

Meski kejadiaanya sudah lama tetapi hingga saat ini pun rasa sakitnya masih tetap sama seperti baru kemaren kamu menyakitinya. Ingin ikhlas tetapi hati tetap saja tidak terima, hati tetap saja berdoa agar dia merasakan lebih dari apa yang aku rasakan.

Dia dengan mudah menyakiti dan mebgkhianati orang yang tulus mencintainya, mengapa dia tidak berfikir sebelum menyakiti dan berkhianat. Kenapa harus orang yang tulus yang dia khianati.

Seberapapun Aku Mencoba Untuk Ikhlas, Rasa Sakitnya Semakin Melekat

Bukan tidak ingin mengikhlaskan semua perbuatanmu, tetapi rasa sakit yang ada didalam hati itu terlalu melekat sehingga sulit untuk melupakan rasa sakit yang pernah kamu berikan.Terasa begitu menyakitkan, karena disakiti dan dikhianati orang yang paling dicintai. Kecewa ,sedih, kesel dan sangat benci kepadanya. Karena rasa sakit ini terlalu dalam.

Advertisements